Kota - Semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 3 di Makasar, para kandidat Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NU semakin rajin melakukan silaturahim politik untuk menggalang dukungan dari Pengurus Cabang (PC) NU diseluruh Indonesia. Seperti terlihat saat dikudi panel dan interaktif "Kepemimpinan NU yang Efektif dan Transformatif Menyongsong Muktamar NU ke 32", kemarin (22/2) di Hotel Puri Asri Magelang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) dan Slamet Effendi Yusuf. Pada kesempatan tersebut Gus Sholah 'sapaan akrab' KH Sholahuddin Wahid memaparkan, bahwa dirinya sangat prihatin dengan kondisi NU saat ini."Saya perihatin karena organisasi masyarakat (Ormas) NU masih menggunakan paradigma lama dan berorientasi pada kekuasaan bukan menjadi ormas keagamaan. selain itu ruh jihad sudah menipis dan mutu organisasi kurang baik" ungkap adik Gus Dur itu. sebagaimana dilansir Jawa Pos (Semarang Raya-Red) (23/2).
Untuk itu paradigma itu harus dirubah, dari NU orientasi politik dan pragmatis ke NU ormas keagamaan yang menjujung tinggi nilai-nilai jihad.
Senada itu, Slamet Effendi Yususf mengatakan, NU tidak perlu menjadi liberal, NU kedepan perlu membenahi organisasi bukan memebnahi ajaranya.Ia juga sepakat jika NU lepas dari politik praktis.
Keduanya, sepakat untuk tidak mengambil keuntungan apa lagi keuntungan politik praktis ketika menjabat Ketua Umum.(JS/Badiul)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar