25 Feb 2010

Pembinaan Usaha Kecil untuk Hadapi Persaingan

Suara Merdeka, 25 Pebruari 2010
Jepara-Kalangan usaha kecil terutama koperasi untuk sementara ini belum begitu terkena dampak perdagangan bebas Indonesia-China.
Namun penguatan menjerial dan permodalan serta pembinaan dalam membuka pasar,sangat penting.
Koperasi untuk rayat kecil yang bergerak di bidang industri pertanian dan perikanan membutuhkan pendampingan intensif dari Pemkab serta lembaga dagang yang berwenang membina.
Hal itu dikemukakan oleh Badiul Hadi dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang mendampingi beberapa koperasi di enam kecamatan di Jepara.
Dia mengatakan itu dalam forum Road Show Kamar Dagang dan Indudtri (Kadin) Jateng yang melibatkan kadin-kadin eks Karesidenan Pati di pendapa kabupaten, Rabu (24/2).
"Lembat laun tentu usaha kecil yang dilakukan masyarakat pada tingkat paling bahwa akan terkena imbasnya.Kami berharap, Pemkab dan Kadin daerah bisa lebih fokus membina usaha kecil ini. Paling tidak, memberi informasi dan akses-askes kemudahan serta peluang-peluang pasar yang bisa dimasuki," papar Badiul Hadi.
Bupati Hendro Martojo pada kesempatan itu menyampaikan antisipasi daerah untuk menghadapi persaingan usaha, terutama bagi usaha kecil.
"Jepara tetap terkena imbas dari perdagangan bebas itu,termasuk nanti untuk usaha-usaha kecil jika mendapatkan saingan dari produk-produk China, lalu mungkin Korea, India, dan Jepang,"ucapnya.
Fasilitasi
"Fasilitasi untuk kecil itu termasuk modal tanpa bunga dan juga bunga murah,"ujarnya.
Bunga murah dimaksud adalah 5% sedangkan untuk yang lainya berupa modal bergulir.Prosedur akses modal itu tak berbelit.Dana dari Pemerintah Pusat dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) itu juga dinilai sebagai salah satu bentuk modal yang bisa diakses.
Selain itu, juga di bidang pertanian ada bantuan Rp 100 juta untuk setiap kelompok tani.Diluar itu juga ada bantuan Rp 500 juta untuk lembaga usaha ekonomi pedesaan (LUEP).
Ketua Kadin Jepara Adi Sucipto Musa mengemukakan, road show itu digelar untuk berbagi informasi anatar kadin Jawa Tengah dan daerah, berikut para pelaku usaha dan asosiasi terkait dengan tantangan adanya perdagangan bebas ASEAN-China serta peluang untuk merebut pasar (H15,kar-69)

Tidak ada komentar: