Kota, (23/11) Berdasarkan analisa Lakpesdam NU Jepara terhadap dokumen APBD Jepara sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2010. menemukan terjadinya penurunan angka prosentase.
Ternd APBD atau belanja pemerintah kabupaten Jepara selama kurun waktu 4 tahun terakhir, total APBD tahun 2007 sebesar 669 milyar, tahun 2008 sebesar 740 milyar, untuk tahun berjalan 2009 sebesar 806 milyar, sedang untuk rencana tahun 2010 sebesar 775 milyar.
Ternd APBD atau belanja pemerintah kabupaten Jepara selama kurun waktu 4 tahun terakhir, total APBD tahun 2007 sebesar 669 milyar, tahun 2008 sebesar 740 milyar, untuk tahun berjalan 2009 sebesar 806 milyar, sedang untuk rencana tahun 2010 sebesar 775 milyar.
Analisa pendapatan berdasarkan angka (nominal) APBD Jepara tercatat mengalami peningkatan, pada tahun 2007 (Realisasi APBD) Jepara sebesar 689 milyar , tahun 2008 (Realisasi APBD) sebesar 750 milyar, tahun berjalan 2009 (APBD P) sebesar 762 milyar dan direncanakan pada tahun 2010 (RAPBD) sebesar 747 milyar.
Prosentase Menurun
Sedangkan jika dilihat dari sisi prosentase, pertumbuhan APBD mengalami tren penurunan, tercatat dari Tahun 2006 ke 2007 mencapai angka pertumbuhan 27 persen , dari tahun 2007 ke 2008 pertumbuhanya sebesar 11persen, untuk tahun 2008 ke 2009 pertumbuhan sebesar 9 persen, sedang dari tahun 2009 ke 2010 pertumbuhan mengalami minus 4 persen.
Sementara itu, dari sisi pendapatan, pertumbuhan pendapatan APBD Jepara mengalami trend penurunan, pada tahun 2007 dari 2006 prosentase pertumbuhannya mencapai angka 21 persen, dari tahun 2007 ke 2008 sebesar 6 persen, sedangkan tahun 2008 ke 2009 terjadi penurunan cukup signifikan yaitu sebesar 0,2 persen. Adapun tahun 2009 ke tahun 2010 di arahkan mengalami pertumbhan sebesar 4 persen.Sedangkan potret tren kenaikan nominal dan trend penurunan prosentase ini lebih dikarenakan masih tingginya ketergantungan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat dan belum optimalnya pengelolaan sumber-sumber PAD.
Satu misal, sector pertambangan (baca; Pajak pengambilan galian C/pajak mineral bukan logam), selama ini hanya menyumbang PAD sebesar 209 juta (2007), tahun 2008 sebesar 279 juta, sedang tahun 2009 sebesar 291 juta, adapun untuk tahun 2010 diproyeksikan akan memberikan sumbangan terhadap PAD sebesar 312 juta.
Kontribusi dan atau sumbangan dari sector ini tidak berbanding lurus dengan aktivitas penambangan yang terus mengalami peningkatan dan kerusakan alam dan kekritisan lahan yang ditimbulkan.
Dari sini, bisa dilihat sejauh mana keseriusan pemeintah dalam mengoptimalkan sumberdaya yang ada guna menopang pendapatan daerah. Masih banyak sector lain yang jika dilihat begitu tinggi aktivitasnya, namun sangat rendah kontribusinya. Seperti contoh pajak parkir yang hanya menyumbang pajak puluhan juta rupiah saja. (senthir/kangbadik).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar