Berdasarkan Analisa dan kajian pertumbuhan ekonomi Jepara yang dilakukan Lakpesdam NU mengisyaratkan adanya pertumbuhan yang menggembirakan, tercatat laju inflasi secara kumulatif mencapai angka dua digit sebesar 12,76% (2008), ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun 2007 sebesar 6,33%. Inflasi teringgi terjadi pada bulan Mei 2008 sebesar 3,27%, hal ini disebabkan tingginya pergerakan harga kelompok transport dan komunikasi akibat kebijakan pemerintah yang menyesuaikan harga BBM, yang selanjutnya diikuti dengan kenaikan tarif transportasi antar kota.
Sector transprtasi dan komunikasi memberikan sumbangan terbesar yaitu 1,26%, diikuti komoditas bahan makanan sebesar 1,04%, kelompok perumahan,air, listrik gas dan bahan bakar 0,70%, kelompok sandang 0,12%, kesehatan 0,10%, kelompok makanan jadi, rokok, tembakau 0,04% dan kelompok pendidikan sebesar 0,01%.
Namun, kondisi ini tidak bertahan lama, diakhir periode (per November 2008) atau pasca hari raya terjadi deflasi sebesar 0,33%. Ditunjukan dengan terjadinya perkembangan harga terendah sebesar -0,33%. Penyebabnya adalah penurunan harga komoditas makanan sebesar 0,59%, diikuti kelompok transportasi dan komunikasi sebesar sebesar 0,17%.
Prospek Kedepan
Tingginya pala konsumsi mayarakat Jepara memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jepara, terutama terhadapap inflasi (kenaikan harga barang dan jasa) atau deflasi (penurunan harga barang dan jasa). Bahkan pola konsumtif masyarakat ini tiap tahun mengalami peningkatan.
Dari sekian banyak komoditas/kelompok kebutuhan masyarakat, selain sector transportasi dan komunikasi. Prospek positif kedepan adalah kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Jepara pada tahun 2008, Indeks Harga Konsumen (IHK) sector ini mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 8,82%. Dimana pada tahun 2008 sebesar 16,34% dan 7,52% tahun 2007, dengan total investasi mencapa Rp. 34,871,645,- (senthir/kangbadik)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar