Senthir – Jepara, Pertumbuhan ekonomi Jepara pada tahun 2008 berdasarkan analisa dokumen yang dilakukan oleh Lakpesdam NU mengalami pertumbuhan sebesar 5,06%. Angka ini merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak 2004, angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,17% dari target pada tahun 2007 sebesar 4,89%. Sector penyumbang terbesar dari pertumbuhan ini adalah sector pertanian (27,67%), industry (22,79%) dan perdagangan (21,70%).
Yang menarik dari LKPj Bupati adalah pergeseran dominasi sector industry sebagai peyangga utama pertumbuhan ekonomi Jepara oleh sector pertanian. Hal itu terlihat pada merosotnya pertumbuhan sector ini dari 5,79% (2007) menjadi 4,70% (2008) atau turun 1,09%. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan bahan baku, kenaikan harga BBM dan persaingan pemasaran,
Kondisi ini berbalik dengan sector pertanian yang mengalami pertumbuhan 3,29% (2008) dari 1,50% (2007) atau naik sebesar 1,79% dan sector perdagangan yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,09% (2008) dari 4,56% (207), atau naik 0,53%.
Kebijakan Strategis
Penurunan pertumbuhan sector industry ini seyogyanya mendapat perhatian serius Pemerintahan Jepara. karena jika kelesuan sektor ini terus terjadi tidak menutup kemungkin berdampak pada tingginya angka pengangguran di Jepara. Analisa kembali kebijakan dengan melibatkan seluruh stakeholder menjadi keniscayaan, karena upaya yang selama ini diambil pemerintah melalui berbagai program dan kegiatan, bahkan penciptaan iklim investasi yang mudah, murah dan ramah belum berdampak secara positif.
Disisilain, sector pertanian yang selama ini tidak diperkirakan justru memberikan kontribusi yang positif, bahkan diperkirakan kedepan sector ini akan lebih maksimal. Ini menandakan masyarakat mulai beralih kesector ini, sebagai alternatif usaha setelah sektor industry mengalami kelesuan. hal ini tentunya harus didukung pemerintah secara serius dengan kebijakan baik penganggaran maupun pengembangan sumberdaya yang pro petani , dan dijadikan prioritas serta dijdikan sebagai potensi unggulan daerah.
Kebijakan strategis yang bisa ambil diantaranya, adalah :- Menciptkan dan mewujudkan iklim usaha yang sehat, profesional dan dinamis bagi pelaku usaha. Dengan memberikan kemudahan berinvestasi dan memberikan bantuan kridit lunak.
- Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan daerah-daerah lumbung kayu, ini dimaksudkan untuk mengurangi mata rantai perdagangan yang cenderung merugikan pengusaha kecil.
- Menciptakan pasar yang sehat, melakukan kotrol pasar secara intensif dan memberikan standar harga barang baik domestic maupun eksport.
- Mengoptimalkan fungsi centra-centra industry dengan menberikan jaminan keamamanan yang maksimal dan menghapus pungutan-pungutan liar.
- Meningatkan peran aktif masyarakat dalam pelestarian masyarakat agar menjadi masyarakat yang sadar lingkungan. Dengan pelaksanaan program rebosasi secara berkala dilahan hutan gundul.
- Menegakkan supremasi hukum, dengan menindak tegas para pelaku perusakan alam.
- Mengoptimalkan upaya menumbuh kembangkan sector non industry sebagai solusi alternative menopang pertumbuhan ekonomi, seperti agrobisnis, agrowista dan pengembangan hasil kelautan.
- Meninkatkan program pemberdayaan masyarakat berbasis sektoral, kearifan lokal dan potensi local. (senthir/kangbadik)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar