1 Nov 2009

Penguatan NU Berbasis KAR Masjid

Kota - (31/10) Sesuai amanat Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) Pengurus Cabang NU, Pengurus Lakpesdam, Senin (26/10) melaksanakan silaturahim ke Pengurus Ranting NU Kecapi 2 Desa Kecapi Kecamatan Tahunan. Silaturahim ini dalam rangka melakukan survey dan penguatan pelaksanaan kegiatan pembentukan pengurus Kelompok Anak Ranting (KAR) NU.
Secara organisasi KAR merupakan struktur kepengurusan Jam’iyah NU ditingkatan paling bawah, sebagai ujung tombak pengembangan kegiatan-kegiatan NU yang berfaham Ahlussunnah wal jamaah. KAR merupakan amanat Angaran Rumah Tangga NU Bab 4 pasal 14 ayat (4). Yang kemudian ditindak lanjuti dalam Mukercab NU di Ponpes Hasyim Ay’ari Bangsri. Hal itu disampaikan Muid (Deputy Pemberdayaan Masyarakat)
Sedangkan Deputy Good Governance, Nurul Huda, menyampaikan, pemberdayaan oragnisasi NU harus dilkukan mulai dari bawah, dengan pengoptimalan KAR, baik yang berbasis di Masjid maupun Mushola. Melalui KAR ini nanti diharapkan kegiatan-kegiatan pokok NU bisa lebih maksimal dijalankan. Selain itu dengan kondisi Jam’iyah NU yang memiliki jumlah warga besar akan menjadi sasaran upaya-upaya pelemahan NU, yang dilakukan oleh oknum maupun organisasi-organisasi diluar NU.
Pokok Pikiran
Sementara itu Director Lakpesdam Mayadina mengatakan, mengacu pada skema yang disusun oleh PC. NU, dan berangkat dari pengalaman kami dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat berbasis sectoral, (kelompok petani, nelayan, perempuan maupun pedagang), maka Lakpesdam ditunjuk untuk menjadi ujung tombak pelaksanaan kerja penguatan KAR.
Sedangkan hasil diskusi yang kami lakukan bersama structural NU, menghasilkan kesepakatan bahwa, kegiatan utama KAR adalah mengembangkan pemahaman Islam ala ahlussunnah waljamaah, secara lebih dalam, dengan penekan pada tiga pokok masalah,”katanya di Kantor Lakpesdam Gedung NU lantai 3 Jl. Pemuda 51 Jepara.
Ketiga pokok masalah itu, Pertama, Pendidikan tujuannya untuk memajukan pendidikan dilingkungan KAR, ya bagi yang sudah ada diperkuat lagi agar lebih maju dan berkualitas. Kedua, Perekonomian, harapanya KAR akan mampu melakukan analisa potensi local untuk selanjutnya dijadikan sebagai sumberdaya dan penggerak ekonomi berbasis warga dan pengembangan potensi local, sehingga akan muncul unit-unit kegiatan ekonomi, baik dalam bentuk jasa, produksi dan pemasaran. Tuturnya.
Adapun Pokok pikiran Ketiga, Dakwah banyaknya kegiatan-egiatan anti tahlil, qunut, ziarah kubur yang saat ini mulai terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Jepara. KAR dibentuk untuk melakukan upaya-upaya penanggulangan dan pematangan penanaman paham ahlussunnah waljamaah yang diajarkan NU dan pengamalan fungsi-fungsi sosial NU secara lebih baik.jelasnya (JS/Badiul).


Tidak ada komentar: