Kota - Delapan puluh empat tahun, merupakan usia yang tua bagi organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), namun banyak persoalan jamaah yang belum terselesaikan, diataranya masalah perekonomian jamaah, ini menjadi keprihatinan kita semua, sehingga perlu ada rumusan yang konkrit agar jamaah NU tidak selamanya terjebak dalam kemiskinan. Hal itu disampaikan Oleh Ketua Ansor Cabang Jepara, H. Ahmad Ja'far, S.Ag saat membuka acara Panel Forum Harlah ke 84 NU dengan Tema " Nahdlatut Tujjar, Modal Sejarah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat ", di Gedung NU lantai 2, Ahad (31/1).
Zakaria Ansori, ketua panitia, mengatakan kegiatan ini sebagai sumbangsih, dan kepedulian kami terhadap kondisi NU, jadi "kalau rumornya forum ini adalah ajang debat kandidat Calon ketua tanfidz NU, jauhlah, memang banyak tokoh yang jadi naasumber, seperti KH. Drs Asyhari Samsuri, H. Mustaqim Ummar, MM, H. Ali Mukarrom, SE, Drs H. Nuruddin Amin, H. M. Jamhari, S,Sos, H. Wuryanto, dan H. Zubaidi, S.Ag, M.Si. tapi, forum ini memang benar-benar untuk merumuskan sikap dan kebijakan NU kedepan.
Forum seperti ini, nanti juga akan kami laksanakan pada sekitar Maret, dengan mengusung tema soal pendidikan, nantinya hasil dari panel forum akan diramu oleh tim dan diworkshopkan, dengan harapan dijadikan masukan dalam penyusunan program kerja pengurus NU. jelas Mas Yank sapaan akrab Zakaria Ansori.
Nahdlatut Tujjar
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, H. Ahmad Marzuqi, SE. Dalam pidatonya mengemukakan, perdagangan dan dunia usaha adalah sesuatu yang mulia, harusnya ini menginisiasi jamaah NU untuk berkhidmah sebagai seorang wirausahawan, karena Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Saudagar), merupakan salah satu pilar utama berdirinya NU.
Jika, dikontekskan Jepara, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.090.838 jiwa, (Susenas 2008) 96,66% beragama Islam, kita semua sepakat bahwa mayoritas penduduk Islam Jepara adalah NU. sedangkan penduduk miskin mencapai angka 33.64%, artinya NU memiliki sumbangan yang cukup besar terhadap angka kemiskinan di Jepara. ini yang kemudian musti dipikirkan bersama-sama seluruh elemen NU kedepan.
Pemerintah selama ini telah mendorong, tumbuh kembangnya dunia usaha baik yang bersekala besar, menengah maupun kecil, dengan menggulirkan bantuan permodalan,.Kami mencatat pada tahun 2009 telah tergulir dana sebesar Rp. 8.89 miliar dari APBN, kemudian dari Pemerintah Propinsi sebesar, Rp. 1.85 miliar, dan APBD Kabupaten sebesar Rp. 4.29 miliar. papar Marzuqi.
Nuruddin Amin, atau yang biasa disapa Gus Nung, ketua pengurus cabang (PC) NU, dalam pemaparanya, saat menjadi salah satu pembicara, menyampaikan " memang, masih banyak pekerjaan rumah NU, namun demikian tidak sedikit juga keberhasilan pembangunan ekonomi yang dilakukan kepengurusan NU, Ia mencontohkan, Bank Nusuma, Apotik 51, Radio R-Lisa, BMT-BMT dan Koperasi-koperasi perempuan yang dikembangkan oleh Lakpesdam NU, ini mebutikan bahwa NU selama ini memang mikirkan jamaah, ya, tentu semua itu masih dirasa kurang apalagi dengan anka kemiskinan Jepara yang begitu besar. (JS/Badiul)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar