4 Jul 2009

Organik Solusi Peningkatan Produksi dan Hidup Sehat

Senthir-Jepara (03/07) Perkembangan dunia begitu pesat, revolusi industri, neo kapitalisme serta neo liberalisme begitu membumi. Ini berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat menjadi konsumtif dan pengenya serba instan. tak terkecuali masyarakat petani, ini terlihat pada besarnya ketergantungan petani pada pupuk kimia (unorganik) yang konon bisa membantu petani meningkatkan produksi secara cepat. kondisi ini diperparah rendahnya kesadaran masyarakat petani) akan bahaya penggunaan pupuk unorganik.
Merunut dari permasalahan tersebut, maka pemerintah mencanangkan gerakan pertanian organic, dengan jargon “Back to Nature”. secara teori maupun praktek pertanian organik adalah tekhnik budidaya pertanian yang mengedepankan pemanfaatan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. ini ditujukan untuk mengembalikan kesuburan tanah dan menyediakan produk-produk pertanian yang sehat, terutama bahan pangan yang aman dan sehat bagi produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan.
Gaya hidup sehat sedemikian melembaga secara internasional, ini mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), memiliki kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.
Untuk mewujudkan itu,PC Lakpesdam Jepara bersama stackholder yang ada terus berupaya dengan menyelengarakan kegiatan-kegitan rembug kadang tani (focus Group Discution), pelatihan pembuatan pupuk organik (cair maupun padat), memproduksi pupuk kompos, menyelenggarakan SLPHT, mengembangkan pertanian terpadu (PT)atau system of rice intensification (SRI)dan kegiatan-keiatan berbasis penyadaran masyarakat akan pentingnya pertanian organik.
Kegiatan ini disambut antusias petani,penerima manfaat kegiatan ini sampai saat ini ada 15 kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan di Jepara yang tergabung dalam jaringan petani organik (JPO).(senthir/kangbadik)

Tidak ada komentar: